Friday, May 9, 2008

Highscore game komputer bisa mendapatkan hadiah Nobel dibidang kedokteran

Gamer telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun untuk menyelamatkan putri atau melindungi bumi dari serangan alien. Minggu ini para peneliti di University of Washington akan mencoba untuk memanfaatkan ketrampilan-ketrampilan yang telah diasah tersebut untuk menciptakan penemuan medis, bahkan mungkin menemukan obat HIV.

Sebuah game yang baru, bernama Foldit, merubah melipat protein menjadi suatu olahraga yang kompetitif. Level awal mengajarkan aturan, yang merupakan hukum yang sama dari ilmu fisika dengan mana protein melingkar dan membelit ke dalam bentuk tiga dimensi - kunci untuk ahli biologi mendekati pembuatan vaksin-vaksin Alzheimer.

Game tersebut dikembangkan oleh oleh mahasiswa kedokteran Seth Coper dan peneliti pascasarjana Adrien Treuille, keduanya berada dalam teknik dan ilmu komputer, bekerja dengan Zoran Popovic, seorang guru besar teknik dan ilmu komputer di University of Washington; David Baker, profesor biokimia UW dan investigator Howard Hughes Medical Institute; dan David Salesin, profesor teknik dan ilmu komputer UW. Desainer game profesional memberikan nasehat selama pembuatan game.

Protein, yang berjumlah lebih dari 100.000 jenis didalam tubuh manusia, membentuk setiap sel, menciptakan sistem kekebalan dan mengatur kecepatan reaksi kimia. Kita mengetahui banyak rangkaian genetik protein, tetapi tidak tahu bagaimana mereka melipat membentuk bentuk yang kompleks yang sudut dan celahnya berperan penting didalam aturan biologis.

Simulator komputer menghitung semua kemungkinan bentuk protein, tetapi ini adalah masalah matematika yang begitu besar yang akan membutuhkan waktu satu abad untuk komputer memecahkan masalah tersebut. Tahun 2005, Baker mengembangkan proyek yang bernama Rosetta@home yang membuka jalan ke waktu komputer sukarelawan diseluruh dunia. Tetapi bahkan 200.000 sukarela tidak cukup karena terlalu banyak kemungkinan. Rosetta@home bekerja baik untuk protein kecil, tetapi protein akan menjadi lebih besar dan semakin sulit untuk komputer memecahkannya.

Para peneliti berharap untuk memberika balasan medis, seperti HIV atau malaria, dan menantang pemain untuk menemukan protein dengan bentuk yang tepat untuk mengunci virus dan mematikannya. Pemenang desain protein akan disintesis di laboratorium Baker dan dites di cawan petri.

Rencana jangka panjang Baker adalah berharap mendapatkan pecahan penting dari populasi di dunia yang terlibat dalam pemecahan masalah penting dalam dunia kesehatan dunia, dan melakukannya dengan kerjasama dan sukses melalui sebuah game. Baker mencoba menggunakan daya pikir manusia di seluruh dunia untuk memajukan riset biomedis.

Penelitian ini didanai oleh the Defense Advanced Research Projects Agency, the Howard Hughes Medical Institute, Microsoft Corp. and Adobe Systems Inc., dan melalui beasiswa di Nvidia Corp. and Intel Corp.

Sciencedaily

0 comments: